Teknologi Reproduksi Pada Hewan

Alat Reproduksi merupakan salah satu alat atau organ vital yang dimiliki makhluk hidup. Dengan alat ini makhluk hidup dapat berkembang biak sebagaimana mestinya. Manusia, hewan dan tumbuhan juga dapat bereproduksi untuk mempertahankan keturunannya. Sama halnya manusia seekor hewan juga memiliki alat reproduksi. Namun, untuk hewan dan tumbuhan sendiri berkat kemajuan teknologi saat ini telah ada teknologi reproduksi. Maksudnya seekor hewan dan sebuah tumbuhan saat ini dapat berkembang biak dengan bantuan teknologi. Untuk saat ini yang akan dibahas ialah teknologi reproduksi pada hewan. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai teknologi apa saja yang dapat digunakan Anda harus mengetahui dahulu apa yang dimaksud reproduksi. Reproduksi ialah suatu proses biologis yang terjadi pada makhluk hidup untuk dapat mempertahankan keturunannya atau berkembang biak. Dengan bereproduksi suatu makhluk hidup tidak akan punah. Sama halnya dengan hewan bahwa seekor hewan supaya tidak punah harus bereproduksi. Namun, bagaimana jika suatu hewan sudah tidak dapat bereproduksi lagi bagaimana jika sekelompok hewan punah? Apa yang bisa dilakukan? Inilah solusinya jika seekor hewan sudah tidak dapat bereproduksi lagi yaitu dengan memanfaatkan teknologi reproduksi untuk hewan.
Inilah beberapa cara yang dilakukan untuk melestarikan hewan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini.

1. Kloning
Kloning ialah salah satu metode yang digunakan untuk melestarikan jenis hewan atau memperbanyak hewan tertentu secara aseksual atau (proses reproduksi dengan orang tua tunggal) dengan menggunakan sebuah sel tubuh makhluk hidup. Dengan teknologi ini diharapkan supaya hewan-hewan yang hampir punah masih tetap dapat dikembangbiakkan. Keberhasilan teknologi ini berkat percobaan pada sebuah domba pada tahun 1996 oleh seorang ilmuan Inggris yaitu Ian Wilmut dan ternyata dapat dikloning dan diberi makan Dolly. Hasil dari kloning ini akan menghasilkan keturunan yang memiliki kesamaan gen dengan induknya.  Kloning ini masih tetap dikembangkan supaya dapat digunakan untuk mengkloning kan berbagai macam hewan yang hampir punah, tidak hanya hewan-hewan tertentu saja.

2. Inseminasi Buatan atau Kawin Suntik
Berbeda dari klongon yang memasukkan sel sperma ke sel tubuh lainnya. Untuk kawin suntik ini memiliki prinsip bahwasannya dengan menyuntikkan sperma sekor hewan ke organ reproduksi seekor hewan betina. Teknologi ini bertujuan untuk menghasilkan suatu individu yang lebih baik dari induknya atau meningkatkan kualitas keturunan. Jadi, ini dapat menjadi alternatif untuk mengurangi punahnya bibit unggul dari hewan jantan.

3. Bayi Tabung atau Fertilisasi in Fitro
Bayi Tabung atau Fertilisasi in Fitro ialah suatu metode yang dapat dilakukan kepada seekor hewan yang tidak dapat berkembang biak atau melestarikan keturunannya. Ini dapat dilakukan dengan mengambil sel sperma dan sel telur dari hewan jantan dan hewan betina dengan menyatukannya pada sebuah tabung. Jika teknologi ini berhasil maka akan terbentuklah zigot yang akan menjadi individu baru. Setelah zigot terbentuk barulah zigot tersebut dipindah ke rahim tubuh hewan betina.

Itulah beberapa teknologi yang digunakan untuk melestarikan hewan supaya terhindar dari kepunahan. Dengan beberapa teknologi tersebut Anda tidak perlu khawatir akan hewan-hewan yang akan punah. Kemajuan teknologi yang ada memang membuat banyak kemajuan di bidang lain juga. Dapat terbukti dengan adanya teknologi reproduksi untuk hewan ini. Dengan rasa ketidakpuasan manusia akan teknologi  yang ada membuat manusia selalu mengembangkan beraneka ragam teknologi dan selalu bersaing. Dengan ini maka kita sebagai manusia sepantasnya untuk selalu memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar.